Selasa, 26 Juli 2022
ROBOT TRADING DAN AGAMA
Minggu, 17 Juli 2022
KIAMAT
Kamis, 23 Juni 2022
Nilai kegratisan
Seorang sahabat yg tinggal di Australia bercerita ttg pengalamannya, “Suatu sore, sesudah menikmati secangkir capucino di Gloria Jeans CafĂ© yg capucino-nya paling enak (menurut saya), kami mampir ke toko roti. Membeli sebatang roti kismis dan minta kepada si mbak penjaga toko roti, utk dipotongkan, shg nanti di rumah gampang, tinggal comot dan makan.
Sabtu, 11 Juni 2022
Resep Rendang Babi yang Gurih, Gak Kalah Nikmat Dibanding Daging Sapi
1. Bahan-bahan yang diperlukan
BANGSA PUALING RELIGIUSSSS
Rabu, 01 Juni 2022
Ketika lulusan SD berhasil menipu Indonesia
Kisah penipuan kelas kakap yang menggemparkan masyarakat Indonesia bahkan dunia ini terjadi di era kekuasaan Soeharto, tepatnya di tahun 70-an. Meskipun tak tamat SD, ia nyatanya memiliki ide jenius yang mampu membodohi orang se-Indonesia, termasuk kaum elit pemerintahan dan ulama.
Kamis, 08 April 2021
Beberapa Hoax yang sempat menipu dunia
1. Peri Cottingley






Rabu, 07 April 2021
Jika kamu tak punya iman dalam keyakinanmu, maka saat itulah kamu takut akan ilmu pengetahuan
Dalam konferensi "Black Hole, Gravitational Waves, dan Space-Time Singularities" yang berlangsung pada 9-12 Mei di Vatikan, Consolmagno mengungkapkan, seorang religius tidak perlu takut akan sains.
"Jika kamu tak punya iman dalam keyakinanmu, maka saat itulah kamu takut akan ilmu pengetahuan," katanya seperti dikutip Catholic News Agency, Rabu (10/5/2017).
Consolmagno mengungkapkan, Tuhan, alam semesta, dan tujuan eksistensi manusia bisa ditemukan lewat proses, bukan secara instan.
"Ada banyak hal yang kita tahu tetapi belum kita pahami. Kita tidak dapat menjadi seorang religius atau ilmuwan yang baik jika berpikir pekerjaan kita sudah selesai," imbuhnya.
Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah rohaniwan serta ilmuwan terkemuka, termasuk mereka yang meneliti Big Bang dan bahkan yang tidak memercayai adanya Tuhan. Consolmagno punya pandangan berbeda. Tuhan tidak bisa langsung ditempatkan pada saat Big Bang tetapi bukan berarti Tuhan tidak ada.
"Penciptaan bukan sesuatu yang berlangsung 13,8 miliar tahun lalu. Tuhan sudah ada di alam sebelum ruang dan waktu ada. Anda tak bisa mengatakan "sebelum" sebab Tuhan berada di luar ruang dan waktu," katanya.
Penciptaan berlangsung secara terus menerus. Para religius harus percaya bahwa Tuhan maha kuasa sehingga bisa memahaminya sebagai yang bertanggung jawab pada penciptaan alam semesta. Gabriele Gionti, S.J. sebagai pimpinan penyelenggara konferensi mengungkapkan, istilah "awal mula" alam semesta berbeda dengan "asal-usul".
"Awal mula alam semesta adalah pertanyaan ilmiah, bisa diprediksi secara tepat kapan bermula. Namun asal usul alam semesta adalah pertanyaan teologis," jelasnya.
"Seorang ateis bisa mengasumsikan yang berbeda, punya pandangan berbeda dengan alam semesta. Namun kita bisa berbicara dan belajar satu sama lain. Pencapaian kebenaran menyatukan kita," imbuhnya.
Sejarah membuktikan, gereja dan banyak lembaga agama lainnya membantu kegiatan ilmiah. Oxford University sebagai universitas terbaik di dunia misalnya, didirikan oleh seorang agamawan.
Sumber: National Geographic Indonesia




