Tampilkan postingan dengan label Wibu Corner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wibu Corner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2024

SHISHIO MAKOTO

 


Salah satu tokoh antagonis terkuat di Samurai X. Bahkan Kenshin pun sampai kesulitan mengalahkannya hingga akhir. Rencana jahat Shishio adalah ingin menggulingkan pemerintahan Meiji, yang berujung pada duel pedang antara kedua mantan agen pembantai di masa revolusi yaitu Kenshin dan Shishio.
Shishio Makoto adalah antagonis utama dari Kyoto arc dan mantan hitokiri Ishin Shishi. Kenshin yang berhenti menjadi battousai setelah kematian Tomoe membuat Shishio yang ditunjuk meneruskan karirnya sebagai sang battousai. Namun setelah rekan-rekannya di pemerintahan berusaha untuk membunuhnya tetapi malah gagal, Shishio Makoto menjadi dendam terhadap pemerintah Meiji. Dia kemudian mengumpulkan pasukan dan mengembangkan milisi anti-pemerintah yang dipimpin oleh kelompok prajurit elit pribadinya sendiri. Pasukan pemberontak itu bernama Juppongatana.
Bahkan Seperti pedang bermata terbalik milik Kenshin, pedang Shishio, Mugenjin berasal dari pandai besi yang sama, yakni Arai Shakkuu dari era Bakumatsu, dan merupakan senjata yang memang murni dimaksudkan untuk membunuh. Teknik pedang api Shishio berasal dari lemak maupun daging korban-korbannya selama bertahun-tahun, digabungkan dengan panas tubuh dari Sishio sehingga bisa menghasilkan api dari pedang tersebut. Teknik pedangnya yang mengeluarkan api, Kagutsuchi terinspirasi dari seorang dewa api kepercayaan Shinto yang memiliki nama yang sama. Kagutsuchi juga merupakan dewa yang terakhir dilahirkan oleh Izanami-no-Kami
Shishio Makoto dengan penampilannya yang mengerikan ini memiliki bola mata yang berwarna merah. Sebelum dieksekusi, Shishio memiliki alis berwarna hitam dan rambut hitam disisir ke belakang dengan kuncir ala samurai. Setelah dibakar, kulit Shishio jadi berwarna coklat dan pecah-pecah, terkadang tampak merah. Dia memakai perban di seluruh tubuhnya yang tampak seperti mumi untuk mengurangi rasa sakit dan menyembunyikan kecacatan bentuk tubuhnya yang bekas terbakar itu. Dia juga mengenakan jubah kimono yang berwarna ungu. Baik sebelum dan sesudah dibakar, Shishio cenderung mengenakan kimono dengan bagian kanan dada dan lengan kanan kimononya sengaja dibiarkan terbuka. Dia juga belajar dari kesalahannya dengan memakai hachigane atau ikat kepala besi karena pada Perang Boshin dia dikalahkan dengan hantaman di kepalanya.
Karakter Shishio sebelum terbakar menurut Nobuhiro Wakatsuki, didasari karena kesukaannya pada karakter game Samurai Showdown, Kibagami Genjuro. Sedangkan rancangan awal Shishio, Watsuki mengungkapkan kalau ia terinspirasi dari Serizawa Kamo, pemimpin utama dari komplotan pedang Shinsengumi di dunia nyata. Serizawa Kamo adalah ketua Shinsengumi yang semena-mena dan memanfaatkan kekuasaannya demi urusan pribadi. Akhirnya Serizawa dibunuh oleh beberapa anak buahnya sendiri yang mau merubah Shinsengumi agar tak menjadi organisasi yang jahat. Shishio Makoto sangat percaya pada konsep sosial Darwinisme, di mana makhluk yang lemah diciptakan hanya untuk sebagai makanan dari makhluk yang kuat. Dengan slogan “Yang kuat memakan yang lemah”
-"Survival of the Fittest" -
Dalam sejarah asli Jepang, petugas militer dan polisi dilarang memasuki area kuil Gunung Hiei yang dianggap suci, karena itulah para penjahat berkumpul di sana. Mereka mengklaim bahwa mereka berada di sana untuk mencari "pencerahan agama." Karena itulah, Nobuhiro Watsuki sang pengarang manganya menentukan tempat persembunyian Shishio dan kelompok Juppongatana miliknya di Gunung Hiei pada cerita Rurouni Kenshin.
Watsuki mengatakan bahwa editornya ingin dia membuat "sebuah arc cerita besar", yang menuntunnya untuk menciptakan tokoh Shishio Makoto. Oleh karena itu, menurut Watsuki, Shishio tidak memiliki model untuk kepribadiannya. Dia awalnya memberikan motivasi karakter Shishio untuk membalas dendam karena itu akan membuatnya lebih mudah mengungkapkan kekecewaan Shishio kepada pemerintah Meiji. Namun, Watsuki percaya motivasi karakter seperti itu akan hanya membuat cerita menjadi berskala kecil. Oleh karena itu, dia membuat Shishio termotivasi untuk membalas dendam dan keinginan untuk menaklukkan Jepang.

Rabu, 03 Juli 2024

Death Note Kisah Kematian, Keadilan, dan Moralitas

 


"Death Note" adalah sebuah fenomena dalam dunia manga, anime, dan film live-action. Serial ini pertama kali muncul sebagai manga yang ditulis oleh Tsugumi Ohba dan diilustrasikan oleh Takeshi Obata. Dengan premis yang unik dan alur cerita yang mendebarkan, "Death Note" telah menarik perhatian jutaan penggemar di seluruh dunia. Berikut adalah artikel lengkap mengenai "Death Note" yang membahas berbagai aspek dari seri ini, mulai dari plot, karakter, tema, hingga dampaknya dalam budaya pop.
Sinopsis dan Premis
"Death Note" menceritakan kisah Light Yagami, seorang siswa SMA jenius yang menemukan sebuah buku misterius bernama "Death Note." Buku ini memiliki kekuatan untuk membunuh siapa pun yang namanya ditulis di dalamnya, asalkan penulis mengetahui wajah orang tersebut. Light, yang muak dengan kejahatan di dunia, memutuskan untuk menggunakan Death Note untuk menghilangkan para penjahat dan menciptakan dunia baru di mana dia berperan sebagai dewa.
Namun, tindakan Light segera menarik perhatian L, seorang detektif jenius dengan kemampuan deduksi yang luar biasa. Pertarungan kecerdasan antara Light dan L menjadi inti dari cerita "Death Note," dengan kedua tokoh ini berusaha untuk mengungkap identitas satu sama lain dan memenangi permainan kucing dan tikus yang mematikan.
Karakter Utama
Light Yagami (Kira)
Seorang siswa SMA yang cerdas dan ambisius. Setelah menemukan Death Note, dia mengadopsi identitas "Kira" dan memulai misinya untuk membersihkan dunia dari kejahatan.
Light percaya bahwa dengan membunuh penjahat, dia bisa menciptakan dunia yang lebih baik. Namun, seiring waktu, ambisinya berubah menjadi keinginan untuk berkuasa dan mengendalikan dunia.
L (Lawliet)
Detektif misterius yang dikenal karena kemampuan deduksinya yang luar biasa. L ditugaskan untuk menangkap Kira dan mengungkap identitas sebenarnya di balik pembunuhan tersebut.
L memiliki rasa keadilan yang kuat dan bertekad untuk menangkap Kira demi menghentikan pembunuhan yang sewenang-wenang.
Ryuk
Shinigami (dewa kematian) yang menjatuhkan Death Note ke dunia manusia karena bosan. Ryuk menikmati kekacauan yang disebabkan oleh Death Note dan sering bertindak sebagai pengamat yang netral.
Ryuk tidak memiliki agenda moral atau etika; dia hanya mencari hiburan dari kekacauan yang diakibatkan oleh penggunaan Death Note.
Misa Amane
Seorang idola pop yang juga menemukan Death Note dan menjadi pengikut setia Kira. Dia memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap Light.
Misa terobsesi dengan Light dan bersedia melakukan apa saja untuk membantunya, termasuk menggunakan Death Note kedua yang dia miliki.
Tema dan Filosofi
"Death Note" mengeksplorasi berbagai tema kompleks dan mendalam yang membuatnya lebih dari sekadar cerita thriller:
Keadilan dan Moralitas
- Serial ini mempertanyakan konsep keadilan dan apa artinya menjadi benar atau salah. Apakah tindakan Light bisa dibenarkan jika tujuannya adalah menciptakan dunia tanpa kejahatan? Atau apakah dia hanya menjadi penjahat lain dengan metode yang berbeda?
Kekuatan
"Death Note" menunjukkan bagaimana kekuasaan absolut dapat merusak. Light awalnya memiliki niat baik, tetapi kekuasaan yang diberikan oleh Death Note mengubahnya menjadi sosok yang kejam dan manipulatif.
Identitas dan Anonimitas
Pertarungan antara Light dan L sebagian besar terjadi dalam ranah anonim. Kedua karakter berusaha mengungkap identitas satu sama lain sambil mempertahankan identitas mereka sendiri, yang menambah lapisan ketegangan dan misteri.
Takdir dan Kebetulan
Peran Ryuk dan shinigami lainnya menyoroti elemen takdir dan kebetulan dalam hidup manusia. Apakah hidup dan mati ditentukan oleh kekuatan yang lebih besar, atau apakah individu memiliki kendali penuh atas nasib mereka?
Adaptasi dan Pengaruh
Manga dan Anime
"Death Note" pertama kali muncul sebagai serial manga yang diterbitkan di Weekly Shōnen Jump dari 2003 hingga 2006. Adaptasi anime yang dirilis pada tahun 2006-2007 dengan total 37 episode mendapat pujian kritis dan populer di seluruh dunia.
Film Live-Action
Death Note" telah diadaptasi menjadi beberapa film live-action di Jepang, serta adaptasi Hollywood yang dirilis oleh Netflix pada tahun 2017. Meskipun adaptasi Hollywood mendapat kritik beragam, film-film Jepang umumnya diterima dengan baik oleh penggemar setia.
Drama dan Stage Play
Selain itu, "Death Note" juga diadaptasi menjadi drama televisi dan panggung teater di Jepang, menunjukkan popularitas yang luas dari cerita ini di berbagai media.
Dampak Budaya Pop
"Death Note" memiliki dampak yang signifikan dalam budaya pop. Konsep yang unik, karakter yang kompleks, dan tema filosofis yang mendalam membuatnya menjadi subjek diskusi dan analisis yang luas. Serial ini mempengaruhi banyak karya lain dalam genre thriller dan misteri, serta menginspirasi diskusi tentang etika, moralitas, dan keadilan.
Kesimpulan
"Death Note" adalah karya yang menggabungkan cerita yang mendebarkan dengan tema-tema mendalam yang memaksa penonton untuk berpikir dan mempertanyakan konsep keadilan dan moralitas. Dengan karakter-karakter yang kuat dan plot yang penuh intrik, "Death Note" berhasil menjadi salah satu serial paling berpengaruh dan dihormati dalam sejarah manga dan anime. Bagi mereka yang mencari cerita yang lebih dari sekadar hiburan, "Death Note" menawarkan pengalaman yang provokatif dan mendalam.