Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2024

Komunisme Tiongkok

 

Berkenalan dengan Komunisme Tiongkok
Berkenalan dengan Komunisme Tiongkok

Berkenalan dengan Komunisme TiongkokHelikopter terbang di atas bendera Tiongkok di Lapangan Tiananmen dalam formasi "100" selama upacara untuk menandai peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China di Lapangan Tiananmen di Beijing, China, Kamis (7/1). Foto: Ng Han Guan/AP Photo

Ketika mendengar kata Komunisme, berbagai anggapan buruk, bahkan busuk, sering muncul di dalam kepala orang yang mendengarnya.

Tidak percaya? Lihat saja komentar-komentar yang dilontarkan oleh para warganet ketika dihadapkan oleh konten-konten yang membahas Komunisme. Mereka tidak segan memainkan jemarinya di atas gawai canggih untuk melontarkan komentar negatif terhadap konten-konten tentang Komunisme.


Hal ini sering terjadi ketika Tiongkokmenjadi tajuk utama karena negara tersebut memang memiliki sejarah yang panjang dan kelam dengan Komunisme.


Namun, alangkah baiknya jika kita memiliki pemahaman yang baik tentang Komunisme, khususnya Komunisme Tiongkok. Jemari kita harus terdidik untuk dapat menghasilkan argumentasi yang lebih tepat sasaran.


Nukilan pendek ini akan membahas dua pertanyaan terkait Komunisme Tiongkok. Sebelum masuk ke alam pikiran Tiongkok, kita harus memahami terlebih dahulu arti dari komunisme itu sendiri.


Selanjutnya, bagaimana Komunisme hidup berdampingan dengan alam pikiran Tiongkok dan dampaknya terhadap berbagai kebijakan publik yang dibuat oleh negara tersebut.

Komunisme Ala Lenin Tak Sepenuhnya Seirama dengan Komunisme Karl Marx
Di Indonesia, Komunisme sering diidentikkan dengan Karl Marx (1818-1883), salah satu tokoh termasyur filsafat barat abad ke-19. Tokoh ini sering dianggap sebagai penjahat ulung yang bertanggung jawab atas berbagai peristiwa kemanusiaan yang dilakukan oleh negara-negara komunis.


Saking buruknya citra Marx, khususnya di Indonesia, sejumlah karyanya dan tulisan yang membahas tentangnya sempat dilarang, bahkan dibakar secara besar-besaran.


Menurut penulis, menyalahkan Marx merupakan tindakan yang gegabah karena pandangan filosofis Komunisme yang menimbulkan bencana mengerikan bagi umat manusia tidak sepenuhnya bertumpu pada pandangan Marx.


Vladimir Lenin (1870-1924) adalah orang yang bertanggung jawab atas berbagai peristiwa kemanusiaan yang dimaksud di atas.


Lenin, dalam (Magnis-Suseno, 2003, 31-43), menginterpretasikan pandangan Marx tentang perjuangan proletariat (kaum buruh atau kelas bawah) dalam melawan Kapitalisme ke arah yang menghalalkan hal-hal buruk seperti kediktatoran Partai Komunis dalam mengelola negara. Maka dari itu, ketika kita mendengar kata Komunisme, maka istilah yang tepat dalam menggambarkan pandangan filosofis tersebut adalah Marxisme-Leninisme, bukan Marxisme.

Komunisme atau Marxisme-Leninisme bertumpu pada pemikiran Marx dan Engels yang diinterpretasikan oleh Lenin (pemikiran murni Marx dan Engels tidak akan penulis bahas secara detail pada kesempatan ini).


Franz Magnis-Suseno (2013, 65-67) memaparkan bahwa terdapat tiga ajaran pokok Marxisme-Leninisme, yaitu Filsafat Marxis-Leninis, Ekonomi Politik, dan Komunisme Ilmiah. Pemikiran ini tercermin dalam tata kelola atau kebijakan-kebijakan publik yang dilakukan oleh Uni Soviet.


Filsafat Marxis-Leninis terdiri dari dua bagian, yaitu Materialisme Dialektis dan Materialisme Histori. Materialisme Dialektis adalah pandangan Engels dan Lenin yang menyebutkan bahwa hakikat atau substansi segala sesuatu, baik yang bersifat jasmani maupun rohani, adalah materi. Artinya bukan hal-hal yang bersifat adi-duniawi seperti roh, dewa, atau Tuhan.


Di samping itu, pandangan Materialisme Historis merupakan pemikiran Marx tentang hukum-hukum dasar perkembangan masyarakat. Pandangan tersebut menjelaskan faktor-faktor yang menentukan perkembangan masyarakat dalam kehidupan bersama manusia.

Ekonomi Politik adalah kritik terhadap Kapitalisme dan Imperialisme. Kritik terhadap Kapitalisme adalah pemikiran Marx yang ia utarakan dalam karya termasyurnya Das Kapital yang berbicara tentang pertentangan antara kelas atas (pemilik modal) dan kelas bawah (buruh). Marx juga mengupas soal kehancuran Kapitalisme yang disebabkan oleh sistem cacat di dalamnya, sehingga dapat dipastikan Revolusi Proletariat oleh kaum buruh akan terjadi.


Apabila kritik terhadap Kapitalisme dicetuskan oleh Marx, Kritik terhadap Imperialisme dicetuskan oleh Lenin. Menurut Lenin,Imperialisme merupakan tingkat tertinggi Kapitalisme karena dalam bentuk inilah Kapitalisme menyebar ke seluruh dunia.


Pada suatu titik tertentu, ketika Kapitalisme sudah menyebar ke seluruh dunia dan pertentangan antar kelas terjadi di seluruh dunia, maka Revolusi Proletariat yang akan menghancurkan Kapitalisme niscaya akan terjadi (Magnis-Suseno, 2005, 234-239).

Pemikiran Marxisme-Leninisme yang terakhir adalah Komunisme Ilmiah atau suatu teori atau taktik gerakan komunis internasional yang digagas oleh Lenin. Inti pemikiran ini adalah pandangan Lenin soal dibutuhkannya suatu Kediktatoran Proletariat yang diwakili oleh negara melalui peran Partai Komunis agar Revolusi Proletariat dapat terjadi.


Dengan kata lain, Komunisme Ilmiah adalah proses transisi, yang menurut Lenin niscaya akan terjadi karena bersifat ilmiah, dari Revolusi Sosialis (Revolusi Bolshevik di Uni Soviet yang mengambil alih kekuasaan) ke Sosialisme (Kediktatoran Proletariat yang menghancurkan Kapitalisme) dan dari Sosialisme ke Komunisme (situasi yang menggambarkan telah hancurnya Kapitalisme sehingga negara tidak dibutuhkan lagi).


Narasi Komunisme atau Marxisme-Leninisme memang menggugah, terutama bagi orang-orang yang merindukan suatu pembebasan dari segala keterasingan atau penindasan. Cita-cita Komunisme terdengar mulia walaupun realisasinya tidak seindah pemikiran filosofis yang mendasarinya karena telah menelan banyak korban jiwa.



Menurut hemat penulis, alam pikiran Komunisme cacat karena status ilmiahnya (lihat pandangan Komunisme Ilmiah) menolak untuk disanggah, diragukan, atau dikoreksi.


Padahal, menurut Popper (2009, 471-476), falsifikasi atau proses menyanggah suatu teori atau hukum ilmiah merupakan aspek wajib dalam ilmu pengetahuan. Jika teori atau hukum ilmiah menolak untuk difalsifikasi, maka hal itu tidak lebih dari sekadar ilmu semu atau pseudoscience. Namun, hal ini berhasil dihindari oleh Mao Zedong ketika ia membawa Marxisme-Leninisme ke Tiongkok.


Bagaimana Komunisme Bertengger di Tiongkok?
Membahas Komunisme Tiongkok tidak bisa lepas dari sosok Mao Zedong, pendiri Partai Komunis Tiongkok yang juga merupakan Founding Father Republik Rakyat Tiongkok. Pada dasarnya, Komunisme atau Marxisme-Leninisme digunakan oleh Mao Zedong sebagai landasan perjuangan pembebasan dari segala ketertindasan yang disebabkan oleh Imperialisme dan Kapitalisme.

Pandangan Marxisme-Leninisme yang penuh dengan narasi tentang harapan yang akan membebaskan manusia dari segala keterasingan telah menarik perhatian Mao. Terlebih lagi, Marxisme-Leninisme pada saat itu telah menunjukkan keampuhannya di Uni Soviet melalui Revolusi Bolshevik.


Hal ini yang membuat Mao yakin bahwa Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang tepat untuk diadopsi oleh Tiongkok sebagai jalan menuju pembebasan. Namun, Mao berbeda dari Lenin yang menganggap Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang sudah final dan tidak dapat disanggah (difalsifikasi), dikritik, atau disesuaikan dengan kondisi masyarakat tertentu.


Mao tidak menelan mentah-mentah Marxisme-Leninisme. Mao menyesuaikan ideologi tersebut dengan kondisi politik dan historis Tiongkok.


Sekurang-kurangnya, menurut Arif Dirlik (1996, 124), terdapat dua ciri khas Marxisme-Leninisme ala Tiongkok. Pertama, Marxisme-Leninisme disesuaikan oleh Mao berdasarkan tiga tuntutan situasi historis yang dihadapinya di Tiongkok.

Pertama, dimensi global atau Marxisme-Leninisme sebagai kekuatan untuk melawan hegemoni Kapitalisme internasional. Kedua, dimensi dunia ketiga atau Marxisme-Leninisme sebagai sarana untuk mematahkan hegemoni asing dan mengembalikan kedaulatan Tiongkok atas dirinya sendiri. Ketiga, dimensi nasional atau Marxisme-Leninisme sebagai sarana untuk memastikan kembali identitas Tiongkok.


Ketiga dimensi tersebut mengindikasikan dua hal terkait Marxisme-Leninisme ala Tiongkok. Kaum Marxis Tiongkok harus menguasai pengetahuan mendalam tentang bahasa serta sejarah Tiongkok (Schramm, 1971, 105) dan Marxisme-Leninisme berkaitan dengan kepentingan langsung Mao Zedong dalam menjalankan strategi revolusioner yang bertujuan untuk membebaskan rakyat Tiongkok dari penjajahan (Dirlik, 1996, 129).


Mao dalam (Magnis-Suseno, 2013, 103-104) menyebutkan ciri khas kedua dengan istilah-istilah yang saling berhubungan, yaitu Praksis, Kontradiksi, dan Garis Massa. Menurut Mao, Marxisme-Leninisme bukanlah suatu kebijaksanaan (teori) yang jatuh dari surga, tetapi berasal dari praksis revolusioner yang berasal dari pengalaman terasing dan tertindas yang dialami oleh manusia.

Namun, Mao tidak berhenti pada posisi tersebut. Berbeda dari Marx atau Lenin yang menyatakan bahwa praksis menghasilkan teori revolusioner, lalu berhenti sampai di situ. Mao berbeda. Menurut Mao, pengetahuan dimulai dari pengalaman indrawi (praksis), lalu diolah oleh akal budi manusia sehingga keteraturan internal atau hakikat realitas dapat dicapai (teori), dan teori tersebut perlu diuji kembali melalui praksis untuk mengetahui apakah teori tersebut benar atau tidak. Sesuai dengan perjuangan revolusioner atau tidak.


Proses ujian tersebut mengandaikan perlunya umpan balik dari massa (rakyat) yang diakomodir oleh Partai Komunis. Proses praksis-teori-praksis yang bersifat dialektis tersebut disebabkan oleh hubungan saling menegasikan (kontradiksi) antara kenyataan (praksis) dan teori.


Mao menambahkan, perjuangan yang digambarkan melalui kontradiksi-kontradiksi tersebut berlangsung tanpa interupsi. Artinya, sesudah Komunisme berkuasa atau ketika negara sudah dihapus, perjuangan tidak akan pernah berhenti.

Penulis memiliki dua tanggapan kritis terkait pandangan filosofis Komunisme ala Tiongkok yang dikembangkan oleh Mao.


Pertama, Komunisme Tiongkok jauh lebih masuk akal jika dibandingkan dengan Komunisme Uni Soviet yang digagas oleh Lenin. Komunisme Tiongkok terbuka untuk disanggah (difalsifikasi), dikritik, atau disesuaikan dengan kebutuhan sehingga Komunisme tidak dianggap final.


Komunisme selalu berkembang di Tiongkok. Hal ini terlihat secara terang benderang dari berbagai kebijakan publik yang tidak hanya dibuat oleh Mao Zedong, tetapi juga para penerus-penerusnya.


Kebijakan-kebijakan yang membuka ekonomi Tiongkok sejak pemerintahan Deng Xiaoping hingga Xi Jinping merupakan bukti nyata bahwa Komunisme sebagai ideologi Tiongkok selalu dapat berkembang dari masa ke masa. Menurut hemat penulis, hal inilah yang membuat Komunisme di Tiongkok masih berdiri tegak hingga saat ini.



Kedua, dibalik aspek positif yang terlihat, Komunisme Tiongkok tetap memiliki kelemahan besar khususnya terkait isu-isu Hak Asasi Manusia (HAM).


Masih ingat dengan kebijakan Mao Zedong yang bernama Lompatan Jauh ke Depan (The Great Leap Forward), kebijakan yang bertujuan untuk memajukan ekonomi Tiongkok melalui industrialisasi besar-besaran pada 1958-1960? Atas nama perjuangan pembebasan rakyat Tiongkok dari segala keterasingan melalui transformasi ekonomi, jutaan manusia meninggal secara sia-sia karena dipaksa bekerja keras untuk membuat industrialisasi berhasil di Tiongkok.


Jika melihat pada situasi hari ini, kita juga bisa lihat orang-orang yang mendadak menghilang (contoh baru-baru ini: Jack Ma) karena mengkritik pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa HAM merupakan aspek yang dianggap tidak penting oleh pemerintah Tiongkok.


Ambisi untuk memajukan ekonomi membuat pemerintah Tiongkok bersikap tidak acuh terhadap HAM. Pertanyaan penting yang perlu dijawab oleh kita semua, Apakah kemajuan ekonomi memiliki arti atau makna yang baik jika HAM dikesampingkan? dan Apakah kemajuan ekonomi sama dengan situasi yang menggambarkan manusia telah bebas dari segala penindasan dan keterasingan?

https://kumparan.com/tshahwirman/ber...EgE8cxUre/full

Dampak Yang Akan Terjadi Dengan Pindahnya Ibu Kota


 Indonesia merupakan negara berkembang yang mempunyai penduduk yang sangat banyak, membahas tentang Indonesia pasti kalian akan berfikir sedikit tentang berita yang sedang hangat diberbincangkan oleh penduduk di Indonesia seperti rasisme kepada papua dan yang paling sering dibicarakan oleh orang - orang adalah pindahnya ibukota ke kalimantan timur yang awalnya ibu kota milik Indonesia berada di Jakarta sekarang kepala pemerintah Indonesia sudah resmi memutuskan untuk memindahkan ibu kota kota ke kalimantan timur, kita pasti tahu kalimantan timur mempunyai wilayah yang luas, mungkin karena Kalimantan Timur luas dijadikan tempat untuk membangun ibu kota Indonesia dan mungkin juga dengan dekat dengan ibu kota di kalimantan timur penghasilan ekonomi penduduk kalimantan timur dapat menambah pemasukan keuangan negara indonesia.

Sebelum pemimpin negara indonesia memutuskan berpindahnya ibu kota ke kalimantan timur pastinya penuh dengan pro kontra dari seluruh penduduk Indonesia, termasuk penduduk jakarta sendiri, mungkin kebanyakan penduduk dijakarta tidak setujuh dengan keputusan ini namun karena sudah keputusan pemimpin negara mau tidak mau penduduk harus mau menuruti apa keinginannya, misal kita tidak setujuh dengan keputusanya pasti tidak bisa menghalangi keputusan seorang pemimpin negara seperti presiden indonesia yaitu bapak jokowi, namun pasa kesempatan ini saya akan sedikit berpendapat mengenai dampak apa yang akan terjadi dengan berpindahnya ibu kota ke daerah kalimantan timur, namun keputusan berpindah ibu kota ini tentu pasti sudah dirapatkan secara berkalah oleh pemerintah dampak negatif dan positif tentu pasti sudah diketahui oleh pemerintah maka dari itu saya akan sedikit berpendapat mengenai dampaknya saja seperti penjelasan saya dibawah ini.






Jalan Raya Tidak Padat Lagi
Dampak Yang Akan Terjadi Dengan Pindahnya Ibu Kota

Jalan raya setiap harinya dijakarta sangat penuh dengan kendaraan, berbagai kendaraan mulai dari sepedah motor, mobil dan angkutan umum namun dengan adanya keputusan resmi ibu kota pindah maka kepadatan penduduk dijakarta akan berpengaruh besar terhadap padat dan tidak padatnya jalan raya dijakarta meski banyak jalan pengalihan dijakarta namun tetap saja ada kemacetan namun sudah dipastikan nantinya jika penduduk sudah berkurang otomatis kemacetan di jalan raya akan berkurang dengan sendirinya, dan dampak Positif akan diterimah oleh anggota kepolisian dan dishub, mungkin itu saja pendapat dan penjelasan dari saya mengenai dampak pindahnya ibu kota. 

 


 

Jumat, 15 Maret 2024

Uyoku dantai sisi kelam ekstrimisme politik di Jepang

 Bagi yang ngerti perpolitikan USA pasti tau yg namanya Alt-right, KKK, Gamergate, dlsb. Bagi yg ngerti perpolitikan Indo jg pasti tau yg namanya 212, FPI, FUI, dlsb.




Namun siapa sangka, di negara yang dianggapnya adem ayem pun, Jepang jg memiliki golongan politik ekstrimis yang secara kolektif dikenal jg sebagai Uyoku dantai.

Uyoku dantai atau kelompok sayap kanan nasionalis Jepang saat ini berjumlah sekitar 1.000 kelompok di Jepang dengan anggota sedikitnya 100.000 orang. Organisasi ini umumnya terdaftar di pemerintahan Jepang dan umumnya kelompok yang pro, pembela Kaisar Jepang. Apapun dilakukan bahkan sampai mati bersedia dilakukan demi Kaisar Jepang dan keluarganya.



Konservatisme mereka sebagai penyeimbang atas pengaruh liberalisme saat ini yang dianggap bisa menghancurkan budaya dan keaslian Jepang, di mana liberalisme berfokus kepada uang yang bisa menguasai segalanya. Demikian pula kaum nasionalis ini juga anti komunisme.

Organisasi sayap kanan ini atau organisasi patriot nasionalis Jepang ini masih terus aktif beroperasi, dan terlihat jelas dengan tulisan-tulisan nasionalismenya di mobil-mobil besar mereka, bertuliskan imbauan agar semua orang melindungi Kaisar Jepang.




Kelompok sayap kanan ini juga berusaha untuk menghapus korupsi di dalam negeri dan menuntaskan dengan inovasi yang ada, berusaha menciptakan Jepang sebagai negara terbaik. Kegiatan publisitas di jalan umum masih sering dilakukan dengan maksud mengingatkan setiap warga Jepang harus membela negaranya sendiri. Mereka berkeliling dengan mobil besarnya bertuliskan kata-kata nasionalisme, sekaligus juga menggunakan musik nasional yang dipasang keras sebagai bentuk propaganda sayap kanan.

Lebih lagi, kelompok ini juga melakukan aksi penyerangan fisik bahkan pembunuhan baik terhadap lawan politik atw kaum minoritas, mirip-mirip lah sama pembunuhan Gandhi oleh ekstrimis Hindu atau pembunuhan MLK oleh white supremacist.

Oh ya, bedakan ya antara uyoku dantai, wibu & yakuza:
Uyoku dantai=Altright-nya Jepang
Yakuza=Mafia-nya Jepang
Wibu=Fandom budaya Jepang

 

selain ekstrimis sayap kanan, Jepang sendiri jg punya ekstrimis sayap kiri. Nih contohnya: Teroris Jepang



Sebuah organisasi politik ekstrimis kanan jauh dan ultra-nasionalis di Jepang yg didirikan pd 2 Desember 2006. Organisasi tersebut dideskripsikan oleh Agensi Kepolisian Nasional sebagai ancaman potensial bagi tatanan masyarakat karena berideologi "xenofobik dan nasionalis ekstrim". Pada 2009, mereka memergoki sekolah dan rumah seorang gadis Filipina yg ortunya dideportasi krn overstay. Pada 2010, mereka memprotes penayangan film The Cove, sebuah film yg menampilkan perburuan lumba2 di Jepang.

Pada 10 Agustus 2010, empat anggota Zaitokukai ditangkap krn menyerang para murid Korea di kawasan Minami, Kyoto, di sebuah sekolah pro-DPRK. Pada 17 Juni 2013, Makoto Sakurai dan 3 org lainnya ditangkap di Shinjuku, Tokyo, saat terjadi tawuran antara penentang unjuk rasa & Zaitokukai. Pada awal 2014, unjuk rasa mereka beranggotakan 100 org di Ikebukuro didatangi sejumlah penentang unjuk rasa yg berjumlah 2X lipat. Mobil Sakurai dikeroyok namun malah kabur ke Koreatown, dan satu anggota dan empat penentang unjuk rasa ditangkap.

 

Minggu, 24 Desember 2023

Terlanjur Viral Video Roy Suryo Sebut Gibran Pakai 3 Mic saat Debat, KPU Bongkar

 


SURYA.CO.ID - Terlanjur viral video pakar telematika Roy Suryo yang menyebut calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menggunakan tiga mic saat debat, Jumat (22/12/2023). 

Kini, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya membeberkan fakta sebenarnya.

Diketahui, dalam cuitan di media sosial X (dulunya Twitter), Roy Suryo mengkritik penggunaan mic pada cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan visi dan misi. 

Roy Suryo mempertanyakan mengapa mic Gibran berbeda dengan cawapres lainnya saat segmen pertama debat tersebut. 

"Kemarin sudah saya duga, untuk menghindari cheating (kercurangan), sebaiknya next KPU adil."



"Kenapa si nomor 2 ini sampai gunakan tiga mic sekaligus? Apa gunanya juga ada earphone?  Siapa  yang bisa feeding (membisiki) ke telinganya ? Mengapa 2 calon yg lain beda? AMBYAR," tulis Roy Suryo dalam akun media sosialnya X/Twitter, dikutip Sabtu (23/12/2023).

Namun, segmen berikutnya giliran cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, juga tampak menggunakan tiga mic. 

Kini, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya membeberkan fakta sebenarnya.

Diketahui, dalam cuitan di media sosial X (dulunya Twitter), Roy Suryo mengkritik penggunaan mic pada cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan visi dan misi. 

Roy Suryo mempertanyakan mengapa mic Gibran berbeda dengan cawapres lainnya saat segmen pertama debat tersebut. 

"Kemarin sudah saya duga, untuk menghindari cheating (kercurangan), sebaiknya next KPU adil."

"Kenapa si nomor 2 ini sampai gunakan tiga mic sekaligus? Apa gunanya juga ada earphone?  Siapa  yang bisa feeding (membisiki) ke telinganya ? Mengapa 2 calon yg lain beda? AMBYAR," tulis Roy Suryo dalam akun media sosialnya X/Twitter, dikutip Sabtu (23/12/2023).

Namun, segmen berikutnya giliran cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, juga tampak menggunakan tiga mic. 

"Ada yang komplain, katanya semua pakai 3 mic? Silakan cermati jam-menit twit saya tersebut (20.03). Artinya saat sesi 1 (baca visi-misi) masih seperti itu, terus ada break dan sesi 2 dan seterusnya baru Gus Imin pakai," tulisnya. 

Akan hal tersebut, Roy Suryo pun menyarankan Komisi Pemilhan Umum (KPU) supaya menyediakan satu mic saja untuk debat selanjutnya. 

Next sebaiknya semua 1 mic saja dan tanpa model headset," ujarnya. 

Bagaimana fakta sebenarnya?

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari menjelaskan, ketiga cawapres yakni Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Mahfud MD menggunakan menggunakan alat mikrofon yang sama seperti Gibran.

"Semua cawapres pakai alat yang sama. Semua cawapres pakai tiga mik untuk mengantisipasi ada mik yang mati," kata Hasyim dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu malam

Hasyim juga menegaskan Gibran tak menggunakan ear feeder atau pengumpan telinga. Ia menjelaskan bahwa alat yang berada di telinga para cawapres merupakan cantolan mik.

"Bukan ear feeder Itu mik yang ditempel di pipi dan dicantolkan di kuping," ungkapnya.

"Semua cawapres bisa ditanya dan juga stasiun TV penyelenggara debat, dan juga tim paslon yang berada di holding-room saat pemasangan mik, bisa ditanya," jelas dia.

Hasyim memastikan debat cawapres berlangsung dengan adil dan spontan. Ia menyayangkan analisis Roy Suryo yang keliru.
"Saya sebagai penyelenggara juga tahu dan siap tanggung jawab," ucap Hasyim.

"Debat spontan, tidak mungkin didikte, mendengarkan bisikan atau baca contekan. Roy Suryo memang tukang fitnah," pungkasnya.


Minggu, 29 Oktober 2023

Interpretasi Makna Palu dan Arit

  Interpretasi Makna Palu dan Arit

foto via: arahindonesia.wordpress.com

Lambang Palu dan Sabit yang menjadi simbol dari komunis memiliki sejarah yang tidak ada hubungannya dengan komunisme. Simbol palu mewakili para buruh dan sabit mewakili para petani. Setelah revolusi industri di Eropa, kaum buruh dan petani semakin terpinggirkan dan tertindas. Simbol palu dan sabit yang menyilang muncul sebagai bentuk pengkomunikasian bersatunya kaum buruh dan petani dalam revolusi Bolshevik tahun 1917 di Rusia.

Di tahun-tahun berikutnya, lambang palu dan sabit menjadi simbol pemberontakan, bahkan sampai sekarang. Revolusi para pekerja yang tergolong kalangan bawah tersebut mengundang perhatian dunia. Mereka yang menyepelekan kaum pekerja tidak mengira akan kekuatan yang dimiliki oleh persatuan kaum buruh dan petani.
Pihak komunis-sosialis, yang sebelumnya menggunakan bendera merah atau sering dikenal dengan tentara merah, memanfaatkan simbol pekerja tersebut sebagai lambang bendera partai komunis.

Tahun 1922 penggunaan lambang palu dan sabit menyilang dengan latar belakang merah diresmikan menjadi bendera komunis di seluruh dunia.



Makna Simbol
Simbol merupakan kode untuk berkomunikasi atau pertukaran informasi dalam interaksi sosial. Dari uraian diatas, simbol muncul dalam bentuk lambang palu dan sabit, berupa artefak bendera, atribut, dan lainnya. Peran Artefak dalam Pertukaran Informasi yaitu:
-Sebagai simbol wilayah kekuasaan & sosial
-Sebagai simbol penguat kesatuan etnik
-Sebagai simbol pemeliharaan dan penguatan jaringan pencarian pasangan hidup
-Sebagai simbol penguatan hubungan antar masyarakat
-Sebagai simbol kedudukan struktura

Pada awalnya, para buruh dan petani menyampaikan eksistensi mereka dalam revolusi melalui simbol palu dan
sabit. Simbol ini kemudian menjadi identitas para pekerja kasar sebagai solidaritas, pemersatu dan penguat hubungan antar masyarakat. Apabila revolusi yang dilakukan tidak memunculkan simbol, maka akan sulit untuk menunjukkan keberadaan kaum buruh dan petani di mata dunia, serta sulit untuk menggerakkan kaum pekerja yang lain.
Dengan demikian simbol palu dan sabit memiliki arti penting dalam penyampaian pesan revolusi. Besarnya pengaruh revolusi palu dan sabit mengakibatkan orang mengidentikkan lambang palu dan sabit sebagai simbol pemberontakan.

Dalam perkembangannya, simbol palu dan sabit tidak hanya digunakan oleh kaum pekerja tapi juga kaum borjuis (pelajar) saat menolak kebijakan pemerintah. Simbol ini juga digunakan oleh kaum sosialis yang menjunjung tinggi kesetaraan status.

Tahun 1922, tentara merah meresmikan simbol palu dan arit yang menyilang dimasukkan ke dalam lambang bendera partai politiknya. Lambang ini memiliki makna bahwa partai komunis menjunjung tinggi para pekerja kasar. Dari sini diharapkan pendukung partai dapat dihimpun dari para buruh dan petani yang cenderung memiliki massa lebih banyak.

Simbol palu dan sabit berubah fungsi dan makna sesuai dengan perkembangan jaman. Makna yang semula dikomunikasikan melalui simbol palu dan sabit berubah interpretasinya sesuai dengan kondisi jaman dan pengalaman sejarah.

di Indonesia
Di Indonesia, sejak peristiwa G 30 S PKI, simbol palu dan sabit menjadi tabu karena diinterpretasikan dengan komunis yang ingin menghancurkan Indonesia dari dalam. Namun setelah lengsernya pemerintahan orde baru, simbol palu dan sabit mulai bermunculan lagi dalam berbagai bentuk dan lambang. Interpretasi orang saat ini bisa beraneka macam terhadap simbol tersebut. Ada yang mengartikan sebagai penganut komunis, penganut sosialis, lambang revolusi, bentuk protes terhadap pemerintahan, dan lainnya. Semua,makna tidak salah, kembali ke pengertian simbol yang memiliki banyak arti, dan hanya dipahami oleh manusia, sehingga yang bersangkutan dituntun untuk memahami objek untuk mengetahui makna yang terkandung dalam simbol tersebut.


Interpretasi Makna Palu dan Arit
bendera Uni Soviet (1923-1991)

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai Komunis Tiongkok

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai Komunis Vietnam

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai Komunis Kamboja

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai Komunis Lebanon

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai Komunis Rumania

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Logo Partai Komunis (Swedia)

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Logo Partai Komunis Meksiko

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Logo Partai Komunis Chili

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Oblast Bryansk

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai Komunis India (Marxis) dan Partai Komunis India

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai Komunis Peru (Jalan Terang)

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai Bolshevik Nasional (Rusia)

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Bendera Partai-Barisan Pembebasan Rakyat Revolusioner

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Emblem Partai Komunis Brasil

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Emblem Partai Revolusioner Rakyat Etiopia

Interpretasi Makna Palu dan Arit
Logo Partai Komunis Indonesia