Kamis, 21 September 2023

Sejarah Kudeta Militer Myanmar

 Sejarah Kudeta Militer Myanmar







Yangon, Pemandangan Pagoda Shwedagon Myanmar. FOTO/iStockphoto
Oleh: Sekar Kinasih - 8 Februari 2021
Dibaca Normal 5 menit
Militer Myanmar gemar kudeta. Tak rela pemerintahan sepenuhnya dipegang sipil.
tirto.id - Riwayat Myanmar selama enam dasawarsa terakhir tidak bisa dipisahkan dari cengkeraman kediktatoran militer. Meskipun dibombardir dengan krisis ekonomi, gejolak protes massa, hingga berbagai tekanan internasionalTatmadaw, alias militer Myanmar, senantiasa menemukan jalan untuk memperkokoh hegemoninya, sampai hari ini.

Dini hari pertama pada Februari, Tatmadaw melakukan kudeta dan menangkapi para pejabat pemerintahan sah, yakni Presiden Myanmar Win Myint, kepala negara de facto sekaligus pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi, dan sejumlah jajaran tinggi Partai NLD.

Beberapa jam kemudian, stasiun televisi milik angkatan militer, Myawaddy TV, merilis pernyataan bahwa Myanmar berada dalam situasi darurat sampai setahun ke depan, dengan kekuasaan sepenuhnya pada Panglima Tertinggi Tatmadaw, Jenderal Min Aung Hlaing. Para pelaku kudeta berdalih bahwa pemerintah gagal menindaklanjuti klaim Tatmadaw tentang kecurangan dalam pemilu 2020.

Baca juga: Penyebab Kudeta Myanmar & Kondisi Terkini: Militer Blokir Facebook

Menurut hasil pemilu November 2020, Partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi berhasil memenangkan 396 dari 476 kursi parlemen, sedangkan oposisi sokongan militer, Partai Solidaritas dan Pembangunan (USDP), hanya kebagian 33 kursi. Pada waktu yang sama, selama ini pihak militer tetap memiliki kontrol atas jalannya pemerintahan berkat Konstitusi 2008, aturan kontroversial yang menghadiahi Tatmadaw 25% kursi parlemen serta posisi penting di bidang keamanan nasional, meliputi kementerian-kementerian urusan dalam negeri, perbatasan, dan pertahanan.

Artinya, walaupun perwakilan NLD mendominasi kursi parlemen, kubu militer masih memegang kendali pemerintahan. Terlepas dari itu, mereka tetap bersikeras menolak hasil pemilu. Dilansir dari The Irrawaddy pada Januari silam, jubir USDP Dr. Nandar Hla Myint percaya bahwa sudah terjadi “kecurangan pemilu massal” yang bakal menimbulkan kerusakan dan kekacauan politik apabila tak segera ditangani. Jenderal Min Aung Hlaing juga mengklaim “praktik-praktik tidak adil dan tidak jujur” dari hasil evaluasi pemilu. Pihak militer menyatakan ada ketidakberesan pada daftar empat juta pemilih suara yang mengarah pada kecurangan di 179 daerah. Namun, tuduhan itu disanggah komisi pemilu, yang menyebutnya “berlebihan” dan “absurd”.

Belum juga parlemen yang baru kesampaian membuka sidang pertamanya, pecahlah kudeta. Pupus sudah harapan kubu NLD untuk meneruskan perjuangannya di parlemen yang dimulai sejak lima tahun silam. Kemenangan NLD pada pemilu 2015 memang jadi titik historis yang membuka jalan demokratisasi Myanmar. Sebelum perwakilan NLD mengisi parlemen dan orang-orang dekat Aung San Suu Kyi menduduki jabatan top, Myanmar sempat dinakhkodai pemerintahan sipil sokongan militer, USDP (2011-2016), setelah puluhan tahun sebelumnya berada di bawah kuasa Tatmadaw.
Sejarah Kudeta Militer Myanmar


Di sisi lain, harapan demokratisasi Myanmar di bawah naungan NLD nampak layu sejak awal. Dalam “Burma: Suu Kyi’s Missteps” (2018) di Journal of Democracy, Zoltan Barany mengkritisi dua tahun pasca-kemenangan NLD pada 2015. Menurutnya, reformasi ekonomi berjalan lambat dan standar-standar demokrasi merosot, terutama terkait sikap dan perilaku elite politik terhadap minoritas Muslim Rohingya. Dari sekian hambatan politis, Barany menyorot dominasi pejabat militer dalam politik. Kembali ke Konstitusi 2008, militer punya semacam hak veto untuk tiap amandemen yang diajukan. Setiap perubahan undang-undang membutuhkan dukungan sedikitnya dari 75 % anggota dewan plus satu suara. Di sisi lain, militer mendapat jatah seperempat kursi dewan, sehingga mereka bisa leluasa menentukan hasil akhir tiap putusan parlemen. Singkatnya, menurut Barany, tidak ada transfer kekuasaan politik signifikan dari pihak militer kepada warga sipil yang terpilih melalui pemilu, sampai Tatmadaw memang betul-betul menghendakinya.

Sejarah Kudeta Myanmar
Kudeta Jenderal Min Aung Hlaing terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi merupakan kali kedua militer keberhasilam militer melengserkan pemerintahan sipil dalam sejarah politik modern Myanmar—dulu bernama Burma. Peristiwa serupa terjadi pada 1962, ketika Jenderal Ne Win merebut mandat pemerintahan dari Perdana Menteri U Nu yang berkuasa sejak 1948, tak lama setelah Burma merdeka dari Inggris.

Beberapa bulan sebelum Burma merdeka, elite politiknya sudah berguguran. Pada Juli 1947, PM Aung San bersama jajaran kabinetnya, ditembak mati oleh sekelompok pemuda bersenjata. Ayah dari Aung San Suu Kyi yang dipandang sebagai Bapak Bangsa ini mulai ikut berpolitik sebagai aktivis mahasiswa di Universitas Rangoon. Setelah dikeluarkan dari kampus pada 1936 karena menentang Inggris, Aung San terus memperjuangkan kemerdekaan Burma melalui kerjasama pelatihan militer dengan Jepang, lantas mendirikan grup paramiliter People’s Volunteer Organisation (PVO). Selain itu, Aung San ikut membangun gerakan nasionalis Anti-Fascist People’s Freedom League (AFPFL)—koalisi militer, para komunis dan sosialis—partai yang kelak membukakan jalan Aung San sebagai Perdana Menteri Burma di bawah kolonialisme Inggris.

Setelah kematian Aung San, U Nu diangkat sebagai PM untuk memimpin Burma yang baru merdeka dari Inggris. Sahabat Aung San sejak zaman kuliah ini disokong oleh kabinet yang mayoritas adalah anggota AFPFL. Masa kepemimpinan U Nu disambut serangkaian pemberontakan. Merujuk pada “Independent Burma: Years of Lost Opportunity” yang terbit dalam The Round Table: The Commonwealth Journal of International Affairs (1965), tantangan awal administrasi U Nu berasal dari partai komunis “Bendera Merah” pimpinan Thakin Soe, serta kaum Mujahidin di wilayah Arakan. Masih ada juga pembelotan dari People's Volunteer Organization (PVO) dan partai komunis “Bendera Putih” pimpinan Thakin Than Tun yang menganggap pemerintahan AFPFL sekadar alat imperialis Inggris.

Melansir pendapat Louis Walinsky dalam “The Rise and Fall of U Nu” (1965), salah satu kelemahan terbesar U Nu adalah kurangnya pengalaman praktis dan kemampuan administratifnya di tingkat eksekutif. U Nu juga dinilai tidak bisa memahami pentingnya pendelegasian tanggung jawab dan otoritas. Ia juga dinilai gagal memahami skala prioritas dan menindaklanjuti kebijakan-kebijakan yang diinisiasinya sendiri. Pada 1958, terjadi perpecahan dalam tubuh AFPFL. Karena U Nu ingin fokus membereskan internal partai, angkatan militer ditunjuk sebagai “pemerintah sementara” di bawah Jenderal Ne Win.

Menurut amatan Lee Bigelow dalam “The 1960 Election in Burma” (1960), di bawah kontrol sementara militer, Burma relatif stabil dan aman. Gerakan-gerakan pemberontakan dapat diredam, dan serangkaian reformasi dan aturan baru dinilai turut berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, meskipun sejumlah pihak mengaku kesal akibat ditegur oleh para serdadu hanya karena urusan-urusan sepele, seperti larangan beli pinang di jalan atau pembatasan jumlah ayam yang boleh dibeli di pasar.

Pada 1960 U Nu kembali ke pemerintahan bersama Union Party. Namun, ia hanya bertahan dua tahun sampai Jenderal Ne Win mengambil alih kekuasaan. Carut-marut pertikaian politik, macetnya kebijakan pemerintah, berbagai bentuk pemberontakan serta ekonomi yang merosot menjadi alasan utama di balik kudeta, sebagaimana disampaikan oleh Konsam Devi dalam studi berjudul “Myanmar under the Military Rule 1962-1988” (2014, PDF). Devi membagi rezim Jenderal Ne Win dalam dua periode, yakni era pemerintahan langsung oleh militer (1962-74) dan fase Kediktatoran Konstitusional (1974-88).

Sejarah Kudeta Militer Myanmar



Sejak Maret 1962, Burma resmi dalam kendali rezim militer Jenderal Ne Win dan Dewan Revolusi, yang ingin membangun negara sosialis satu partai di bawah Burma Socialist Program Party (BSPP). Satu bulan pascakudeta, siaran radio diisi dengan pemberitaan ideologi bertajuk “Burmese Way to Socialism”—sebuah filsafat abstrak yang berusaha memadukan ajaran Buddha, pandangan nasionalis dan Marxis. Salah satunya berisi mandat nasionalisasi raksasa-raksasa industri dalam negeri. Bisnis-bisnis milik pedagang Cina dan India diambil negara untuk diserahkan pada orang Burma. Selain itu, Burma semakin mengisolasi diri dari dunia: membatasi visa pendatang selama 24 jam, mengusir misionaris, akademisi asing dan berbagai yayasan internasional. Devi mencatat dampak terburuk rezim adalah pada sektor ekonomi. Pasar gelap mulai bermunculan, sampai-sampai mendorong praktik korupsi di jajaran militer dan menipisnya produksi beras.

Masih dilansir dari studi Devi, memasuki periode Kediktatoran Konstitusional 1974, Jenderal Ne Win memperkenalkan konstitusi baru dan mengizinkan pemilu. Kekuasaan tak lagi di tangan militer, melainkan berada pada pemerintahan terpilih. Lucunya, transfer kekuasaan hanya sebatas istilah, karena dialihkan dari Jenderal Ne Win kepada U Ne Win alias dirinya sendiri. Pemerintahan Burma terus terpusat di bawah partai sokongan militer, BSPP.

Selama satu dekade lebih, aksi massa menjamur di berbagai tempat karena memuncaknya kekecewaan rakyat terhadap krisis pangan, maraknya korupsi di kalangan pejabat, kemerosotan ekonomi, sampai turunnya kualitas pendidikan. Puncaknya terjadi setelah pemerintah melakukan demonetisasi (penghapusan mata uang yang sah) pada 1987. Namun, kebijakan tersebut tak sanggup mengembalikan kestabilan sosial dan ekonomi, yang berujung pada berbagai aksi demo oleh mahasiswa, khalayak umum, sampai para biksu Buddha.

Baca juga: Kongsi Dagang Keluarga Soeharto dan Junta Militer Myanmar

Merunut kronologi kejadian sepanjang 1988, Jenderal Ne Win pensiun dari pucuk kepemimpinan partai pada Juli, digantikan oleh Jenderal Sein Lwin. Namun, Sein Lwin dipandang sebagai tokoh yang selama ini brutal terhadap gerakan pro-demokrasi. Akibatnya, protes terus berlangsung dan mengarah pada seruan demo besar 8 Agustus 1988 yang dikenal sebagai “8888 Uprising”. Tak lama kemudian, Sein Lwin pun mundur dari jabatan presiden, digantikan oleh seorang tokoh sipil yang dekat dengan militer, Dr. Maung Maung. Namun, posisi Dr. Maung tidak bertahan lama, karena sebulan setelahnya terjadi kudeta internal militer. Tepatnya pada 18 September, Jenderal Saw Maung mengambil alih kekuasaan. Partai bentukan Jenderal Ne Win, BSPP, tak lagi aktif. Badan pemerintahan baru didirikan oleh Jenderal Saw Maung, yakni State Law and Order Restoration Committee (SLORC).

Pada waktu yang sama, aksi demo sepanjang 1988 direspons dengan peluru para serdadu. Majalah Time melaporkan, diperkirakan 3.000 sampai 10.000 ribu nyawa melayang, meskipun pihak berwenang hanya mengklaim 350 orang meninggal.

Semenjak SLORC berkuasa, Burma berganti nama menjadi Myanmar. SLORC juga mengizinkan pelaksanaan pemilu multi-partai pada 1990, yang sukses dimenangkan oleh Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Namun, rezim SLORC menolak kemenangan NLD dan tetap membiarkan figur-figur penting NLD, termasuk Aung San Suu Kyi, menjadi tahanan rumah.

Berbagai sanksi internasional pernah dijatuhkan kepada Myanmar. Pada 1996, Uni Eropa memutuskan untuk melarang penjualan senjata kepada Myanmar. Amerika Serikat juga sudah menjatuhkan sanksi sejak 1988, melarang penanaman investasi baru oleh warga negaranya di Myanmar pada 1997, kemudian sempat menutup celah impor produk dari Myanmar pada 2003.

Pada 1997, badan pemerintahan SLORC bubar, digantikan oleh State Peace and Development Council (SPDC) yang bertahan sampai 2011. Tokoh-tokoh militer lantas mengalihkan dukungan politiknya pada United Solidarity and Development Party (USDP), partai berkuasa antara 2011-16. Namun, USDP harus menelan pil pahit dengan rendahnya perolehan suara mereka pada pemilu 2015 dan 2020. Sejak 2016, meskipun lingkupnya terbatas, Partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi mulai mendapatkan arena berpolitik, sampai akhirnya hari ini Myanmar jatuh ke tangan para jenderal lagi.

https://tirto.id/sejarah-membuktikan...al-kudeta-f91X

Mengungkap Manusia Pembawa Epidemi Penyakit

  Mengungkap Manusia Pembawa Epidemi Penyakit

Source image

Pasien zero adalah istilah yang diberikan kepada pasien pertama suatu wabah penyakit. Pada awalnya istilah ini merupakan panggilan provokatif bagi orang-orang yang dianggap bertanggungjawab terhadap penyebaran penyakit.

Istilah tersebut kini digunakan secara khusus bagi pasien pertama sebuah wabah penyakit yang terdokumentasikan secara resmi

1. Mary Mallon (penderita pertama pada penyakit tifus)
Mary Mallon (1869-1938) dikenal sebagai manusia pertama yang membawa dan menyebarkan penyakit tifus, berasal dari Irlandia pada usia 15 tahu dia pindah ke Amerika dan bekerja sebagai asisten rumah tangga pada tahun 1884 dan tahun 1906 karir nya meningkat dari asisten rumah tangga menjadi juru masak untuk keluarga Charles Henry Werren di Oyster Bay, Long Island.

Sebelum bekerja pada keluarga Werren, Mary telah memasak untuk setidaknyanya 8 keluarga dan 7 diantaranya mengalami apa yang kita kenal sekarang sebagai gejala tifus.

Kemudian pada 1907 New York menjadi pusat epidemi penyebaran penyakit tifus dan Mary dinyatakan sebagai pasien pembawa pertama. Setelah dikarantina secara paksa di North Brother Island, Mary pun akhirnya dilepaskan dan kemudian kembali mencari pekerjaan dan diterima sebagai juru masak di sebuah rumah sakit dengan menggunakan identitas palsu.

Wabah tifus pun kembali dan pada saat itu pemerintah memustuskan untuk mengkarantina Mery selamanya pada sebuah pulau sampai akhirnya dia meninggal pada 1938 dalam pengasingannya.

Dalam berita kematiannya di sebutkan bahwa dia adalah penyebab 51 kasus penyakit tifus yang merenggut 3 korban jiwa

2. Frances Lewis (penderita pertama penyakit kolera)
Pada tahun 1954 hanya dalam waktu 10 hari 500 orang tewas dalam satu wilayah dipusat kota London. Gejala-gejalan seperti munta-muntah, diare, kram perut, dan dehidrasi ekstrim menandai epidemik tersebut. Bahkan seorang pasien yang merasa mual bisa saja meninggal dunia pada saat itu.

Kolera menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat kota London pada zaman Victoria pada saat itu. Setelah penanganan epidemi, 10 ribu orang berada dibawah tanah dan para ilmuan langsung menyelidiki asal epidemi ini dan mereka berhasil menemukan ground zero nya pada kain popok seorang bayi berusia 5 bulan bernama Frances Lewis.

Seorang dokter bernama John Snow menemukannya dengan mengikuti pola tempat kematian korban kolera. Menggunakan metode yang dikenal dengan peta hantu, Snow menemukan fakta bahwa kebanyakan korban yang meninggal tinggal dekat dengan pompa air di Board Street.

Ibu Frances Lewis menyuci popok lewis disekirat tempat tersebut, yang kemudian air cuciannya meresap dan langsung masuk ke sumber air setempat dan memicu keracunan ribuan penduduk didaerah tersebut

3.Gaetan Dugas (penyebab pertama penyebab HIV/AIDS)
Gaetan Dugas adalah seorang pramugara maskapai air canada dan berhasil diidentifikasi oleh para ilmuwan pada akhir 1970an sebagai orang pertama yang membawa epidemi HIV/AIDS keAmerika Serikat.

Nama Dugas disebutkan secara resmi ke publik pertama kali oleh wartawan Randy Shilts pada tahun 1987 dalam bukunya “and the band played on” ketika bukunya dirilis surat kabar new york post meliput berita tersebut sebagai takjub utama yang berjudul “the man who gave us aids” atau orang yang memberi kita aids dan menjadikan nama Gaetan Dugas melekat sebagai orang yang menyebarkan epidemi HIV/AID.

Namun para ilmuwan sekarang baru mengetahui bahwa sangatlah tidak mungkin seorang Gaetan Dugas menjadi pasien zero dalam kasus epidemi HIV/AIDS. Sebuah studi genetika baru-baru ini menggunkan sampel darah yang diambil akhir 1970an sepertinya menunjukan bahwa virus tersebut datang ke New York pada tahun 1970 dan memiliki kaitan dengan virus yang ada di Haiti dan negara-negara Caribia lainnya

4. Mabalo Lokela (penderita petama penyakit ebola)
Ebola membunuh dengan cara membuat penderitanya mengalami pendarahan internal yang sangat parah, penyakit ini adalah penyakit yang sampai sekarang belum memiliki obat, tidak ada vaksin dan tidak ada gagasan nyata mengapa penyakit ini terus terjadi.

Wabah ebola yang menyerang Afrika Barat pada 2014 menyebabkan gelombang kepanikan diseluruh dunia dan tidak heran ebola disebut sebagai penyakit yang paling mengerikan di abad 21. Korban ebola yang pertama di dunia adalah seorang gura yang bernama Mabalo Lokela. Mabalo Lokela tinggal di kota Yambuku, di Demokratik Kongo Utara.

Pada bulan agustus 1976 dia pulang dari sebuah perjalanan dari daerah utara dengan demam tinggi. Awalnya petugas medis mendiaknosis Mabalo Mokela dengan malaria tapi setelah 2 minggu gejala mengerikan seperti muntah tak terkendali, maslah bernafas, pendarahan mata, hidung dan mulut membuat dia meninggal. Sayangnya virus ebola tidak mati bersamanya, banyak orang yang berhubungan dengan Mabalo saat masih sakit-sakitan pada akhirnya terjangit penyakit itu juga, sekitar 90% orang di desa Mabalo meninggal dunia. Para ahli di seluruh dunia terus mencoba mencari cara bagaimana menghentikan penyebaran virus pembunuh ini.

5. Dr. Liu Jianlin (penderita pertama penyakit SARS)
Hanya dalam waktu 9 bulan penyakit SARS berlahan menulari orang-orang diseluruh dunia mengakibatkan total 774 orang yang tinggal di 37 negara meninggal dunia, dan menyebabkan banyak orang mengalami penyakit pernafasan serius.

Pertama kali didiaknosis terjadi di provinsi Guadong China pada bulan november 2002. SARS pada awalnya hanya dianggap sebagai penyakit flu ringan dan tidak mendapat penangannan serius, virus ganas ini segera berkembang menjadi pneumonia penuh dan pada akhirnya mengakibatkan gagal pernafasan. Seperti yang terjadi pada wabah epidemi lainnya kita sering tidak tahu apa yang akan kita hadapi sampai terlambat.

Dan ketika dunia mulai memperhatikan penyakit menular ini, dokterLie Jianlin seorang dokter medis dari provinsi Guadong di China menginap di hotel metropole Hongkong.

Dokter Liu Jianlin diyakini telah menginfeksi sekitar 12 orang dihotel tersebut, sebelum meninggal karena gagal pernafasan.


The Death Match Pertandingan Sepakbola Paling Politis Dinamo Kiev Vs Tim Flakelf Nazi

  The Death Match 1943 Pertandingan Sepakbola Paling Politis dan Penuh Intrik Antara Mantan Pemain Dinamo Kiev Ukraina Vs Tim Flakelf Nazi Jerman!

The Death Match Pertandingan Sepakbola Paling Politis Dinamo Kiev Vs Tim Flakelf Nazi




Memang sudah sangat banyak sekali tokoh tokoh dalam dunia olahraga sepakbola yang mengatakan bahwa, sepakbola adalah sepakbola dan politik adalah politik tak bisa tercampur kedua bidang itu satu sama lain, namun kenyataannya sepakbola tak pernah lepas dari politik sejak dahulu kala!

Bahkan diktator Musolini pernah mengancam tim azzurri untuk menang atau mati demi kejayaan negaranya dipentas dunia dan itu ia layangkan ancaman ketika piala dunia 1938 di Prancis, karena bagi Musolini piala Jules Rimet itu adalah penegasan bahwa kebenaran doktrin fasisme dan pemersatu rakyat Italia simbol merekalah bangsa paling pintar dan beradab didunia.

Namun telegram "vincere o morire" juga lah pelecut semangat pemain timnas Italia kala itu hingga berhasil memenangkan final 4-2 mengalahkan Hungaria.


The Death Match Pertandingan Sepakbola Paling Politis Dinamo Kiev Vs Tim Flakelf Nazi
Pun begitu juga halnya dengan Ukraina dikala kependudukan Nazi Jerman, kala itu dunia persepakbolaan Ukraina terganggu akibat perang dunia kedua, Nazi melarang klub Dinamo Kiev dan menghentikan liga sepakbola Ukraina dikarenakan terindikasi beberapa pemain ada hubungannya dengan Uni Soviet.

Tepatnya setelah pertempuran berdarah selama 72 hari Wehrmarcht menguasai Kiev pertengahan September 1941 namun tidak seperti wilayah kekuasaan Nazi lain, di Ukraina Hitler ingin tak terlihat sebagai penjajah yang kejam maka diadakanlah beberapa event budaya termasuk pertandingan olahraga.

Dan pada masa itu pemain pemain top Dinamo Kiev yang berceceran akibat klub mereka di banned Nazi seperti sang kiper Nikolai Trusevich mengajak beberapa mantan satu timnya membentuk tim sepakbola bernama FC Start dengan 9 mantan pemain Dinamo Kiev lainnya, selain FC Start di Kiev juga muncul klub sepakbola Rukh yang sangat pro dengan Nazi Jerman hingga memberi kesan dua tim, satu tim patriotik dan yang lain adalah simpatisan.

The Death Match Pertandingan Sepakbola Paling Politis Dinamo Kiev Vs Tim Flakelf Nazi
Karena berasal dari tim andalan Dinamo Kiev maka hampir selalu FC Start mengalahkan musuh musuhnya seperti Rukh, tim artileri Nazi, 3 tim klub militer Hungaria dan tim kereta api Jerman dengan kemenangan penuh mencetak 37 gol dan hanya kemasukan 8 kali.

Nazi yang marah dengan kemenangan mereka pun akhirnya mendatangkan tim Flakelf yang kabarnya adalah tim jerman yang tak terkalahkan namun hingga tanggal 6 Agustus 1942 pertandingan FC Start vs tim Flakelf tetap dimenangkan Start dengan 5-1 Nazi pun meminta pertandingan ulang, babak pertama Start sudah menang 3-1 maka para pejabat Nazi pun segera masuk ke ruang ganti pemain Start dan mengancam "hanya tim Jerman yang boleh menang" namun tetap pemain Start ngotot bertanding dan memenangkan pertandingan itu.

Maka segera saja Nazi menangkapi para punggawa FC Start di sebuah pabrik roti tempat mereka bekerja dan didakwa bekerja sama dengan polisi rahasia Uni Soviet NKVD, Nikolai Korotkykh disiksa sampai mati dan yang lain dipenjara, kerja paksa dan dikirim ke kamp konsentrasi.


The Death Match Pertandingan Sepakbola Paling Politis Dinamo Kiev Vs Tim Flakelf Nazi
Nasib tragis mantan pemain pemain Dinamo Kiev pun hingga sekarang dikenal dalam pertandingan sepakbola bersejarah Ukraina antara FC Start vs tim Flakelf yang sering disebut sebagai The Death Match 1943!

Memang pengadilan Jerman juga membuktikan kalau 3 pemain Start adalah anggota NKVD yang berhasil memberikan kabar ke Joseph Stalin tentang rencana serangan Hitler ke Stalingrad hingga Stalin punya kesempatan mempersiapkan diri melawan invasi Jerman ke Stalingrad sekaligus menjadi titik balik kekalahan Jerman di perang dunia kedua dan sejarah the death match ini bisa dikatakan merupakan pertandingan sepakbola paling politis, penuh intrik dan tersengit sepanjang sejarah yang pernah ada!



Demokrasi di China.


Banyak orang beranggapan China itu tidak ada demokrasi. Itu karena mereka melihat di sana hanya ada satu partai. Sebetulnya Partai Komunis itu simbol pemersatu bangsa saja. Sementara kekuasaan sebenarnya adalah Kongres Rakyat Nasional (KRN atau kalau dikita namanya MRP. Jumlah anggota KRN itu ada 3000 orang. Anggota KRN merupakan wakil propinsi, wilayah administrasi khusus, kota khusus, daerah otonomi dan militer. Setiap perwakilan terdiri dari 34 utusan. Delegasi dipilih berjenjang lewat Pemilu. Artinya pemlihan tingkat kelurahan untuk bertarung ditingkat kecamatan. Tingkat kecamatan bertarung di tingkat kabupaten dan akhirnya provinsi. Yang lolos dapat ticket ke tingkat nasional.

Karena pemilihan langsung dari tingkat terendah. Maka jelas rekam jejak calon utusan itu sangat mudah dikenal oleh rakyat. Hebatnya rakyat memilih berdasarkan attitude. Bukan berdasarkan keahlian atau pendidikan. Artinya mereka hanya akan memilih orang yang jelas ada bakti nyatanya terhadap rakyat. Misal ketua LSM yang aktif mengadvokasi rakyat untuk mandiri dibidang ekonomi. Atau ketua Asosiasi bisnis yang rakyat rasakan kehadirannya sangat membantu mereka menyelesaikan masalah usaha mereka. Singkatnya siapa saja yang dikenal baik oleh rakyat, dia akan didorong oleh komunitasnya untuk bersaing.

Karena anggota KRN itu tidak semua ahli maka mereka dibantu oleh para professional yang tergabung dalam  Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China ( KNKKPRC). Nah anggota KNKKPRC itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan berjenjang. Tentu kriterianya adalah keahlian yang mumpuni secara intelektual maupun moral. Jumlah mereka ada 2000 orang. Keahlian mereka menyangkut Sosial, Politik, Militer, Ekonomi, Sain dan Budaya. Tugas mereka adalah memberikan masukan kepada anggota KRN. Contoh Jacky Cain. Dia butuh 30 tahun mengabdi di bidang seni baru dapat terpilih jadi anggota KNKKPRC. Jadi tidak mudah bisa terpilih.

Tugas KRN melaksanakan legislatif negara dan memutuskan masalah penting dalam kehidupan politik Negara, yang meliputi membuat UU dan mengamandemen UUD, mensyahkan APBN dan  menetapkan kebijakan strategis jangka pendek, menengah dan panjang, seperti penentuan daerah otonom, daerah administrasi berserta aturan pendukung system pemerintahannya.  Mengawasi tugas pemerintahan. 

Tugas KRN memilih pejabat tinggi negara. Namun hanya boleh memilih kader Partai Komunis. Tidak boleh memilih yang bukan kader. Jadi apa fungsi Partai ? ya memproduksi kader terbaik untuk dipilih oleh KRN ( rakyat) menempati posisi penting, seperti Presiden dan Wakil President, memutuskan calon perdana menteri dan anggota-anggota lain Dewan Negara, memilih ketua Komisi  Militer Pusat dan memutuskan calon anggota-anggotanya, memilih Ketua Pengadilan Rakyat Tertinggi dan Ketua Kejaksaan Rakyat Tertinggi. Tentu KRN juga berhak memecat pejabat pejabat tersebut bila terbukti tidak bisa melaksanakan tugasnya.





Memuja Privillege


Gambar ini sering dipakai orang untuk meyakinkan bahwa yang paling menentukan kesuksesan adalah privillege atau keistimewaan bawaan. Apa yang terbayang di benak Anda ketika melihat gambar ini? "Tentulah yang pakai mobil yang menang," mungkin itu pikiran banyak orang. Maaf, itu pikiran orang yang kurang imajinasi, sekaligus dangkal dalam melihat kehidupan.

Benarkah yang naik mobil alias yang punya privillege itu selalu lebih sukses dari yang tak punya? Tidak. Bahkan pertanyaannya perlu dikoreksi: bensrkah yang punya privillege itu selalu sukses. Jawabnya sama, yaitu tidak. 

Pakailah sedikit imajinasi. Dalam konteks gambar di bawah, setelah melaju beberapa meter bisa saja yang di atas mobil itu terguling dan terlindas mobil, lalu tewas. Di alam nyata ada sangat banyak orang dengan privillege yang tersungkur, tidak menjadi apa-apa. Sepanjang hidup saya menyaksikan itu. Saya pernah melihat anak orang kaya raya, yang di akhir hidupnya jadi kuli bangunan. 

Sebaliknya, apakah yang menarik gerobak itu selalu kalah? Tidak sekali lagi, gunakan imajinasi. Setelah merangkak beberapa saat mungkin dia akan menemukan mobil sport. Dalam dunia nyata begitulah adanya. Banyak orang yang memulai hidup dengan berbagai keterbatasan. Tapi itu hanya sebentar. Dalam waktu singkat ia bisa mengatasi keterbatasan itu, lalu melaju kencang.

Saya adalah orang tanpa privillege. Emak saya buta huruf, ayah saya cuma sekolah sampai kelas 2 SR. Kami keluarga petani miskin. Tapi saya bisa hidup dengan sukses.

"Emang sesukses apa sih kamu? Cuma begitu doang. Yang lebih sukses dari kamu banyak." Nah, bagian ini sebenarnya yang lebih penting. Kedua tim dalam gambar itu sebenarnya tidak sedang berlomba. Mereka hanya berjalan di lintasan yang berdampingan, tapi tidak berkompetisi.

Perlukah saya, misalnya, membandingkan hidup saya dengan Jack Ma lalu menyimpulkan bahwa dia lebih sukses? Tidak. Jack Ma menjalani hidupnya, saya menjalani hidup saya. Sukses saya adalah ketika saya berhasil mencapai kehidupan yang lebih baik dari kehidupan saya sebelumnya. Sukses adalah membangun diri kita versi baru, yang lebih baik dari versi sebelumnya. Sukses bukan menjadi orang yang lebih baik dari orang lain. 

Jadi sebenarnya tak masalah, kalau misalnya Anda yang berangkat dari posisi sebagai anak petani punya bisnis yang jauh lebih kecil dari kawan kuliah Anda yang anak konglomerat atau pejabat tinggi. Yang penting adalah, Anda punya bisnis. Anda yang punya bisnis adalah versi lebih baik daripada Anda yang tidak punya bisnis.

Selesai? Tidak. Berikutnya adalah soal bagaimana menjadi lebih baik lagi. Sukses itu bukan terminal akhir. Sukses adalah perjalanan yang baru akan berakhir ketika Anda tidak lagi punya tenaga untuk menggerakkan badan dan berpikir.





Sabtu, 16 September 2023

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

  Mau jadi space traveler ?

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

Writen By : Yr Art
Berawal dari ide untuk mendaratkan manusia kebulan, berbagai persiapan telah dilakukan oleh nasa untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari mengumpulkan informasi , pembuatan wahana antariksa, sampai membuat konsep perjalanan.


Misi Rocket Apollo yang telah sukses di jalankan, menjadi bukti bagaimana rumitnya melakukan perjalanan kesebuah objek yang berada di luar angkasa dengan menggunakan spacecraf.


Untuk membuat misi tersebut menjadi lebih efisien , berbagai pertimbangan telah di lakukan oleh nasa , salah satunya mempersiapkan konsep perjalanan. Seperti yang kita tahu, konsep perjalanan memberikan gambaran bagaimana sebuah perjalanan di lakukan , dan apa saja kendala yang akan mungkin terjadi. Dari sini lah munculnya beberapa metode untuk mendaratkan manusia ke sebuah objek luar angkasa.Metode tersebut diantaranya :

Direct-Ascent

Direct Ascent merupakan metode yang digunakan untuk mendaratkan sebuah spacecraf di sebuah planet atau satelit alam seperti bulan, tanpa melakukan perakitan komponen dari spacecraf di orbit bumi, atau tanpa membawa kendaraan pendaratan terpisah ke orbit di sekitar planet. Maksudnya dari awal peluncuran di bumi sampai melakukan pendaratan di sebuah planet, tidak ada dilakukannya penambahan komponen maupun pengurangan komponen dari spacecraf, atau tidak akan di lakukannya pemindahan posisi suatu komponen spacecraf. Jadi dari awal peluncuran sampai mendarat di sebuah planet, ukuran, letak dan jumlah komponennya tetap sama.

Metode Direct Ascent merupakan metode pertama yang di usulkan dalam misi apollo Nasa untuk melakukan pendaratan di bulan , tapi akhirnya metode tersebut di tolak dengan alasan spacecraf yang akan di buat , ukurannya akan lebih besar.
METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO
Earth Orbit Rendezvous (EOR)

Earth orbit rendezvous (EOR) merupakan metode yang memanfaatkan orbit bumi untuk menyatukan setiap komponen dari spacecraf. Setiap peluncuran dari bumi akan membawa komponen dari spacecraf , dan kegiatan perakitannya dilakukan di orbit bumi. Nah itu dia , ISS merupakan spacecraf yang memanfaatkan orbit bumi untuk merakit setiap komponen yang di luncurkan.

Pada awalnya dalam misi apollo kebulan metode ini di usulkan untuk melakukan penerbangan pulang pergi ke Bulan, yang melibatkan titik pertemuan disekitar orbit bumi untuk semua komponen spacecraf. metode ini juga memungkinkan sebuah spacecraf melakukan pengisian bahan bakar di sekitar orbit bumi sebelum meluncur ke orbit bulan,

Usulan Metode EOR kemudian di terima oleh Nasa , namun akhirnya di tolak karna akan memerlukan banyak kegiatan peluncuran dari bumi.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Metode ini pernah di lakukan untuk menjalankan Proyek Constellation sebagai Earth Departure Stage (EDS) dan Altair (LSAM), yang diluncurkan ke orbit Bumi rendah pada roket Ares V. EDS dan Altair akan dipenuhi oleh komponen Orion (CEV) yang diluncurkan secara terpisah. setelah dilakukannya perakitan setiap komponennya di LEO ( Low Earth Orbit atau orbit bumi terendah) , kemudian saat melakukan perjalanan ke bulan spacecraf ini akan menerapkan metode LOR.

Lunar Orbit Rendezvous (LOR)

Metode LOR pertama kali diusulkan pada tahun 1919 oleh insinyur Soviet Ukraina Yuri Kondratyuk,sebagai metode paling ekonomis untuk mengirim manusia dalam perjalanan bolak-balik ke Bulan.

Ini lah metode yang akhirnya digunakan Nasa saat melakukan pendaratan pertama kali di bulan.

pada saat peluncuran dari bumi , modul utama dan modul pendaratan di luncurkan secara bersamaan. Ketika keluar dari orbit bumi dan akan memasuki orbit bulan , modul pendaratan akan di posisikan menyesuaikan proses pendaratan yang akan dilakukan.



saat mendekati orbit bulan , modul pendaratan dan modul utama spacecraf akan dipisahkan , selanjutnya modul pendaratan akan melakukan perjalanan ke orbit bulan dan melakukan pendaratan , sementara modul utama akan memasukin orbit bulan secara perlahan
untuk perisapan saat modul kembali merapat setelah melakukan misi di permukaan bulan.

setelah modul pendaratan merapat, para astronot dan peralatan penting lainnya akan di pindahkan ke modul utama spacecraf , kemudian modul pendaratan akan di buang. Hanya modul utama yang akan melakukan perjalanan kembali kebumi.

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO



Referensi : Nasa.gov
wehackthemoon.com
spacerockethistory.com
Www . esa.int
commons.m.wikimediam.org